whatsapp image 2026 01 19 at 14.44.56

Dari Lapangan ke Meja Redaksi: Menyelami Seni Peliputan dan Kecepatan Penulisan Berita

whatsapp image 2026 01 19 at 14.51.51

Minggu, 18 Januari 2026, menjadi hari yang padat bagi 75 peserta di Auditorium MA Manbail Futuh, Tuban. Ruangan itu berubah menjadi laboratorium literasi tempat mereka mempelajari dua pilar utama jurnalisme: bagaimana melakukan peliputan berita yang tajam dan bagaimana mengeksekusi penulisan berita yang memikat.

Nur Hasanah mengawali dengan materi peliputan, mengajak peserta memahami bahwa berita tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diburu. Pesan filosofisnya, “setiap kesempatan pasti ada waktunya, tapi setiap waktu belum tentu ada kesempatan,” menjadi pengingat bagi para peserta bahwa jurnalisme adalah soal ketepatan waktu.

whatsapp image 2026 01 19 at 14.53.51

Estafet ilmu kemudian berpindah kepada Alief Irfan, S.Pd, M.Pd. Di tangannya, peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi dipaksa terjun langsung dalam praktik penulisan. Alief menekankan bahwa menulis berita adalah seni berpikir cepat. Dengan merujuk pada prinsip Syamsul M. Romli, ia membimbing 75 peserta tersebut untuk meramu informasi yang Nyata, Penting, dan Menarik ke dalam sebuah narasi yang selesai dengan Cepat. Hari itu, para peserta belajar bahwa sebuah berita yang bagus adalah hasil dari peliputan yang jeli dan penulisan yang tangkas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *